Satu hari yang indah

Pagi itu saya harus sesegera mungkin berangkat ke kantor karena ada yang investor dari zimbabwe (jauh amat) yang ingin menginvestasikan modalnya di perusahaan kulit kodok yang sudah saya rintis 5 tahun yang lalu. Perusahaan ini menyediakan kulit kodok untuk dijadikan baju perang, atap genteng dan cemilan (huwekkkkk) . Tapi seperti biasa pembantu saya, Desi Persik lupa mempersiapkan sarapan kesukaan saya yaitu nasi goreng dengan 2 telor mata sapi. Dia cuman membuatkan saya roti selai keju dari belanda dengan kopi dari tana toraja. Waktu kutanya kenapa dia lupa mempersiapkan sarapan saya itu? Dia menjawab dia bukannya lupa tapi  ketiduran karena menunggui sang suaminya Aldi Baher selesai jaga ronda semalam. Ya karena saya sudah ditunggui oleh investor tersebut jadi ya dimaklumi saja lah,daripada berbelit ntar masuk infotainment lagi.

Berjalanlah saya dengan balutan jas impor dari italia designer Giorgio Armani dengan koper buatan cibaduyut (anjuran pemerintah harus makai produk lokal buatan, mang dadang nich) menuju mobil Mercedes Benz tipe S400 BlueHybrid yang baru saya beli 2 hari yang lalu. Supir saya Syaiful Kamil ikut-ikutan menaikkan emosi saya, saya mau masuk mobil ternyata masih dikunci,pas saya cari dia. Eh ternyata dia lagi asyik godain pembantu tetangga. Emang sich pembantu tetangga itu aduhai banget, denger-denger  namanya Julia Pepez. Berteriaklah saya “Ipullll!!!!! Hayo berangkat” bergegaslah dia membuka mobilnya dan mempersilahkan saya masuk.

Oh iya saya punya hobby ngurusin tanaman,biasanya sebelum ke kantor saya harus menanyakan keadaan tanaman bonsai saya yang sangat mahal itu kepada tukang kebun saya. Kupanggillah Ariellah,yang kulihat sedang memainkan gitar sembari bernyanyi lagu-lagu peterpan. Saya berpesan kepada ariel supaya tanaman itu dijaga,dan jangan khawatir soal biaya perkawinannya dengan Luna Baya,biar saya tanggung semuanya. Ariel salah satu pegawai saya yang jarang bikin masalah,malah dia sering bikin lagu untuk saya semenjak bandnya ganti nama. Tapi karena nama penggantinya gak sengetop nama sebelumnya jadinya bubar dech.

Berangkatlah saya kekantor, sampai di kantor. Sebagai direktur perusahaan yang baik tentunya saya harus menyapa pegawai-pegawai saya dunk. Satpam saya Rapi Ahmad,terlihat kurang sehat saya bertanya ada apa dengan dirinya, dia menjawab hanya flu biasa. Jadi saya pun menyarankan agar dia menjaga kesehatan,jangan begadang terus nungguin Lodya Chyntia Bella.

Oh iya saya lupa saya ada janji dengn investor asal zimbabwe tadi. Bergegaslah saya menuju ruang rapat, di pintu ruangan rapat sudah menunggu sekretaris saya Agnes Moniba,pakaiannya yang super sexy dengan rok super mini,ditambah dengan blous birunya yang agak ketat menutupi dalaman hitamnya yang sangat eksotik. Sayang bgt dia bukan tipe ku.

Investor zimbabwe itu berdiri tegap menyalami tangan ku…Setelah basa-basi sejenak terhamparlah kertas-kertas kontrak yang harus kutanda-tangani, lumayanlah nilai kontraknya yahhhh….sekitar 1,7 triliyun. Cukup buat bikin kandang kodok sedunia. Tibalah saat penandatanganan kontrak…

Tiba…tiba…..terngiang suara ibu memanggil ku..

“Athirrrrr!!!!!!!! Bangun nak!!!!! Sudah jam berapa ini? Kau mau bgn jam berapa hah? Mau telat lagi????”

Tidak terasa badan ku sekejap bergerak ke kamar mandi,untuk mandi…

(aduh telat lagi dech,gara-gara mimpi yang aneh-aneh nich)

wkwkwkwkwkwk

1 Komentar »

  1. hahahhh… mimpi indah… lanjutkan mimpinya dan WUJUDKAN, itu yang penting.😉

    cerita calon dokter ini ada2 ajah..

    salam,,,


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: