Sinetron Indonesia

Bagi anda yang yang suka menonton televisi apalagi channel-channel Indonesia pasti sudah tahu apa sajian mulai jam 7 malam sampai jam 11 malam (bahkan lebih). Yup Sinetron,apalagi bagi anda yang selalu mendampingi orang tua anda untuk menyaksikan sinetron kesukaannya.

Entah kenapa setiap kali saya menonton sinetron Indonesia saya melihat ada kesamaan tema yang diangkat dalam setiap ceritanya baik itu di channel manapun. Cinta dibalut dengan air mata ditambah bumbu penderitaan yang menurut saya sudah terlalu berlebihan. Belum lagi jika diselipi nilai-nilai kelicikan. Terkadang jika saya melihat karakter-karakter yang ada di dalam sinetron Indonesia saya bertanya apakah memang ada orang sejahat atau sebaik itu di dunia ini? Kecuali dia memang penjahat.

Kebobrokan mental bangsa kita sebenarnya terletak pada pendidikan apa yang kita sajikan kepada mereka. Logikanya begini, saya tahu bahwa setiap sinetron kebanyakan akan berakhir bahagia tetapi bayangkan proporsi tayangan penderitaan dengan tayangan kebahagiaannya. Maksud saya begini misalnya sebuah sinetron berjumlah 20 episode maka 15 episode akan diisi oleh penderitaan tokoh utamanya dan sisanya baru diisi kebahagiaan tokoh utamanya itupun saat episode-episode terakhir. Jadi masyarakat kita dibiasakan melihat penderitaan ketimbang kebahagiaan.

Jangan heran jika sering terjadi kekerasan dalam rumah tangga dalam masyarakat kita menurut saya karena mereka telah dibiasakan melihat hal-hal seperti itu. Ditambah lagi industri pertelevisian justru mennyenangi menghadirkan hal-hal seperti itu kerena dinilai lebih menjual tanpa memikirkan dampak bagi kehidupan sosial bermasyarakat kita.

Saya sangat tertarik melihat drama korea dan jepang atau film india karena mereka justru dengan kreativitas yang sangat tinggi bisa menghadirkan tema-tema yang unik dan dengan bangga mau menampilkan kebudayaan mereka sendiri tanpa perlu ada nilai-nilai kekerasan yang berlebihan sehingga tayangan itu pun enak ditonton. Kenapa kita tidak bisa seperti itu? padahal seleb-seleb kita banyak yang berbakat, banyak sutradara-sutradara handal yang kita punyai,Rumah-rumah produksi pun bertebaran dimana-mana?

Menurut saya perlu ada sinergitas antara lembaga pengawasan pertelevisian dengan indutri pertelevisian itu sendiri. Jangan cuma pornografi saja yang menjadi bahan ributan tapi tampilan yang tidak mendidik pun perlu mendapat sorotan.

Mudah-mudahan ke depan industri perlevisian Indonesia bisa jauh lebih maju dan berkembang.Amin.

Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: