Athir VS Waitress Cobek-Cobek

Malam minggu ini saya jalan sama niny (pacar saya,red). Dan rencananya saya mau nonton X-men- Origins Wolverine. Memang sudah direncanakan dari awal kalau mau nonton itu hari sabtu ini. Dan ternyata selidik punya selidik filmnya itu diputar jam 19.30 WITA. Setelah melakukan sholat maghrib di masjid favourite kami,akhirnya kami memilih untuk makan malam dulu sebelum nonton. Setelah melalui perdebatan yang cukup panjang (itu memang kebiasaan kami, pasangan yang aneh) akhirnya menimbang dan memutuskan dipilihlah rumah makan Cobek-Cobek yang letaknya tidak jauh dari tempat kami nonton yaitu Mal Panakukang.

Setelah memakirkan mobil kami pun masuk dan duduk di kursi yang disediakan lalu memesan seperti layaknya tamu rumah makan tersebut. Saya memesan nasi putih,cumi goreng dan air mineral sedangkan niny memesan nasi putih dan ayam goreng serta es teh manis.

Walaupun menunggu agak lama akhirnya pesanan kami pun tiba.Tapi ada yang aneh,sambal yang disediakan cuman 3 itupun dalam dalam tempat yang kecil. Sebagai penggemar sambal pun saya merasa terhina dengan perlakuan seperti ini. Akhirnya saya pun bertanya “apakah bisa ditambah sambalnya?” dan pelayan itupun berkata “Oh iya,tidak masalah mas”. Pergilah pelayan itu dengan mata yang cukup menjengkelkan mungkin dalam hatinya dia berkata seperti ini “ini orang belum tahu kali kehebatan sambal rumah makan cobek-cobek ini,3 saja belum tentu dia bisa menghabiskannya. Baiklah akan kutambah kekuatan ku sesuai permintaan mu tuan” hihihi (bayangkan ketawa nenek lampir yang berhasil menjebak brama kumbara,kurang lebih begitulah)

Kemudian datanglah 2 buah tempat kecil lagi sambal yang kupesan tadi. Sekali colek ternyata sambalnya benar-benar PEDAS!!!!!. Kalau ada iklan produk kopi yang berslogan  “dari  biji kopi pilihan” maka sambalnya rumah makan cobek-cobek mempunyai jargon “dari biji cabai yang lagi menstruasi” saking pedesnya.

Dari kecil saya sangat mengagumi slogan “sekali layar terkembang pantang biduk surut ke pantai” Lalu apa hubungannya? Sabar dunk….

Demi harga diri,prinsip dan nama baik saya sebagai penggemar sambal maka sudah menjadi tanggung jawab ku lah untuk menghabiskan lima sambal tersebut (karena niny tidak suka sambal). Dengan penuh perjuangan teriring doa dari sang pacar maka aku pun berusaha untuk menyelesaikan perjuangan ku itu. Walaupun sang pelayan dari jauh menatap ku dengan penuh kebanggaan karena berhasil membuatku kepedasan.

Dan akhirnya….lima sambal itu pun berhasil kuhabiskkan (terima kasih kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW,Bapak dan Ibu saya,adik saya serta pacar saya,nenek,tante om dan semua pihak yang telah membantu lahirnya album ini tidak lupa pula pihak Sony BMG pak Jan Juhana. Loh kok? STOP! tambah kemana-mana jadinya)

Saya berhasil menghabiskan walaupun harus nambah air minum 2 botol,tapi tak apalah. (gara-gara minum kebanyakan itu nonton X-Men nya harus bolak-balik WC) Yang pasti saya menang lawan waitress tersebut,karena saya berhasil menghabiskannya. Mudah-mudahan waitress tersebut diampuni dosa-dosanya dan masuk surga. (amin)

Hikmah dari kisah ini adalah…

Hati-hati dengan sambalnya restaurant cobek-cobek

Dan tentu saja sekali layar terkembang pantang biduk surut ke pantai

Terakhir, harga diri adalah segala segalanya (aduh sakit perut ku ini gara terlalu banyk sambal)

hahahaahahahaha

Wassaalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: